STEP by step CARA BERDOA,DAN ALLAH PASTI AKAN PERKENANKAN BAGIMU.
Harus kita ketahui doa itu juga termasuk dalam ibadah,dan tidak ada sesuatu pun ibadah termasuklah solat yg kita dirikan melainkan semuanya telah diajarkan Allah dalam kitab al quran yg mulia.
sampaikan caranya berdoa pun telah Allah ajarkan.semestinya sesiapa diantara hambanya yg berdoa mengikut syarat yg Allah ajarkan pasti dia akan dapati Allah maha pemurah lagi maha mengkabulkan doa.
1.MEMUJI ALLAH
Jibril mengajar nabi adam permulaan berdoa.dan siapakah yg lebih mengetahui tentang Allah berbanding hamba yg paling taat dan dekat dengannya.
"Berdirilah di tempatmu yang kamu pakai untuk bermunajat kepada Tuhanmu, kemudian Agungkanlah Dia dan Pujilah Dia. Tidak ada sesuatu pun yang Allah sukai dari Pujian."
Harus kita ketahui doa itu juga termasuk dalam ibadah,dan tidak ada sesuatu pun ibadah termasuklah solat yg kita dirikan melainkan semuanya telah diajarkan Allah dalam kitab al quran yg mulia.
sampaikan caranya berdoa pun telah Allah ajarkan.semestinya sesiapa diantara hambanya yg berdoa mengikut syarat yg Allah ajarkan pasti dia akan dapati Allah maha pemurah lagi maha mengkabulkan doa.
1.MEMUJI ALLAH
Jibril mengajar nabi adam permulaan berdoa.dan siapakah yg lebih mengetahui tentang Allah berbanding hamba yg paling taat dan dekat dengannya.
"Berdirilah di tempatmu yang kamu pakai untuk bermunajat kepada Tuhanmu, kemudian Agungkanlah Dia dan Pujilah Dia. Tidak ada sesuatu pun yang Allah sukai dari Pujian."
Adam berkata,"Kemudian aku berkata apalagi wahai Jibril?"
Jibril menjawab,"Katakanlah 'Tiada Tuhan selain Allah, Hanya Satu, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah kerajaan, dan bagi-Nyalah puji. Dialah Dzat yang menghidupkan dan mematikan. Dialah Dzat Yang Maha Hidup dan tidak mati. Dalam kekuasaan-Nya segala kebaikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu'. Kemudian kamu akui kesalahanmu
tafsir ibn katsir
2.KEHADIRAN HATI.
Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang melampaui batas.
Jibril menjawab,"Katakanlah 'Tiada Tuhan selain Allah, Hanya Satu, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah kerajaan, dan bagi-Nyalah puji. Dialah Dzat yang menghidupkan dan mematikan. Dialah Dzat Yang Maha Hidup dan tidak mati. Dalam kekuasaan-Nya segala kebaikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu'. Kemudian kamu akui kesalahanmu
tafsir ibn katsir
Sebelum berdoa hendaklah memuji terlebih dahulu kepada Allah SWT dan membaca shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad Saw.
Bersangka baik kepada Allah Swt dan yakin doanya akan dikabulkan.baik cepat maupun lambat.
Allah mengatakan"Dan siapakah yg memperkenankan hajat orang berdoa?"
Mengakui dosa dan kesalahan.Manusia tidak maksum.tidak boleh lari dari dosa.
Al-'A`rāf:180 - Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan.
Al-'A`rāf:180 - Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan.
2.KEHADIRAN HATI.
misalnya..
Andaikata kita hendak meminjam wang dari seseorang,maka kita akn mulai bercakap dgn nada suara yg lembut.kemudian memujinya supaya hatinya senang memberi apa yg kita minta dipertolongkan.
kemudian kita memuji org yg dia syg seperti isteri atau anak2nya kucing atau apa2lah yg disayang.
Kemudian meminta dalam keadaan yg segan,&minta maaf,tambahan pula org yg pernah kita buat salah.
Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang melampaui batas.
Dan janganlah kamu berbuat kerosakan di bumi sesudah Allah menyediakan segala yang membawa kebaikan padanya, dan berdoalah kepadaNya dengan perasaan bimbang (kalau-kalau tidak diterima) dan juga dengan perasaan terlalu mengharapkan (supaya makbul). Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang memperbaiki amalannya. {7:56}
Sumber: https://almanhaj.or.id/3611-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas.html
Dasyatnya Berdo’a disertai Harap(TAMAK TERHADAP RAHMAT ALLAH)
Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli
Berdo’a disertai harapan, karena do’a diperintahkan dan dijanjikan untuk dikabulkan. Allâh Azza wa Jalla berfirman,
“Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu…’” [Ghâfir/40:60]
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Do’a adalah ibadah.” Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat di atas.[2]
Namun do’a akan dikabulkan jika syarat-syaratnya terpenuhi dan tidak ada penghalang-penghalangnya. Terkadang pengabulan do’a tertunda karena tidak sebagian syaratnya tidak ada atau ada penghalangnya. Diantara syarat terkabulnya do’a ialah kehadiran hati dan mengharap kepada Allâh Azza wa Jalla agar dikabulkan. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
HATI YANG LALAI BAGAIMANA DIBERI HAJAT?
Berdo’alah kepada Allâh dalam keadaan yakin akan dikabulkan dan ketahuilah Allâh tidak akan mengabulkan do’a dari hati yang lalai dan lengah[3].
Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang berdo’a dengan lafazh :
اَللّٰـهُمَّ اغْفِرْ لِـيْ إِنْ شِئْتَ ، وَلٰكِنْ لِيَعْزِمِ الْـمَسْأَلَةَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لَا مُكْرِهَ لَهُ
“Ya Allâh, ampunilah aku jika Engkau berkehendak,” namun hendaklah ia serius dalam meminta karena Allâh tidak bisa dipaksa oleh apapun.[4]
Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang tergesa-gesa dalam meminta pengabulan do’a lalu meninggalkan do’a karena tidak kunjung dikabulkan. Ini termasuk salah satu penghalang terkabulnya do’a. Kita dilarang tergesa-gesa pengabulan do’a supaya tidak putus harapan terhadap pengabulan do’anya kendati memakan waktu yang cukup lama, karena Allâh Azza wa Jalla mencintai orang-orang yang penuh harap dan mendesak dalam do’anya.
Allâh Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, “…Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allâh sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” [al-A’râf/7: 56]
Jadi, selagi seorang hamba mendesak dalam do’anya dan menginginkan do’anya dikabulkan tanpa memutus harapan, maka kemungkinan pengabulan do’anya semakin besar.
Di antara hal penting yang harus diminta seorang hamba kepada Rabbnya ialah memohon pengampunan terhadap dosa-dosanya atau hal lain yang berkaitan dengannya, seperti mohon agar selamat dari neraka dan masuk surga. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seseorang berdo’a dalam shalatnya memohon surga dan dijauhkan dari api Neraka, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
حَوْلَهَـا نُدَنْدِنُ
Diseputar (permasalahan) itulah kita selalu berdo’a.[5]
Diantara rahmat Allâh Azza wa Jalla kepada hamba-Nya ialah Allâh Azza wa Jalla mengalihkan kebutuhan dunia yang dimohon seorang hamba dari hamba tersebut dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, misalnya dengan menyelamatkannya dari keburukan atau pengabulannya ditunda di akhirat atau dosanya terampunkan karenanya.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهِ إِثْمٌ وَلَا قَطِيْعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِـي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَـا. قَالُوْا: إِذًا نُكْثِرُ. قَالَ: اللهُ أكْثَرُ
Tidaklah seorang Muslim berdo’a dengan do’a yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim, melainkan Allâh pasti akan memberinya satu dari tiga hal (yaitu) dikabulkan do’anya dengan segera, atau Dia akan menyimpan do’a tersebut baginya di akhirat kelak, atau Dia akan menghindarkan darinya keburukan yang semisalnya.” Maka para Shahabat pun berkata, “Kalau begitu, kita memperbanyak (berdo’a).” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Allâh lebih banyak (memberikan pahala).”[6]
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيُعْظِمِ الرَّغْبَةَ ؛ فَإِنَّهُ لَا يَتَعَاظَمُ عَلَى اللّٰـهِ شَيْءٌ
Jika salah seorang dari kalian berdo’a, maka hendaklah ia memperbesarkan keinginannya karena tidak ada satupun yang sulit dan besar bagi Allâh[7]
Sumber: https://almanhaj.or.id/3611-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas.html
Tiada ulasan:
Catat Ulasan